Ajaran Beberapa Agama Tentang Larangan Perjudian

Ajaran Beberapa Agama Tentang Larangan Perjudian


Ajaran Beberapa Agama Tentang Larangan Perjudian – Judi telah menjadi salah satu hiburan yang sangat banyak digemari saat ini. Di masyarakat, hal ini telah menjadi sesuatu yang bisa dibilang sangat umum. Bahkan di luar negeri, judi menjadi suatu hiburan yang dilegalkan. Ada beberapa negara yang tidak melarang adanya judi, atau memberikan kelonggaran dengan adanya perijinan untuk berbagai tempat judi.

Di beberapa negara, ada pula yang justru memanfaatkan judi sebagai salah satu sumber pendapatan pajak. Ini yang terjadi di beberapa negara yang melegalkan perjudian, khususnya dengan adanya resort dan kasino. Ini semua memang menjadi daya tarik tersendiri dan pajak yang didapatkan pun cukup besar. Walau demikian,ada juga negara yang masih tidak mengijinkan dan bahkan melarang keras adanya perjudian.

Dalam hal ini, Indonesia adalah salah satu negara yang sebenarnya tidak melegalkan perjudian ini. Baik itu perjudian offline ataupun online, ini semua dilarang oleh pemerintah. Tidak jarang, dilakukan pula penggrebekan di berbagai tempat judi. Situs judi pun banyak yang sudah diblokir. Begitu situs dibuka, pengguna akan langsung diarahkan ke internet positif sebagai bentuk pemblokiran dari pemerintah. Hal ini tentu sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan yang berlaku. Salah satu yang menjadi pedomannya adalah ajaran agama yang dianut di masyarakat Indonesia. Secara umum, agama-agama yang diakui oleh negara memang tidak mengijinkan dan bahkan melarang keras berbagai macam bentuk perjudian dan taruhan.

Salah satu yang dengan jelas melarang perjudian ini adalah agama Islam. Dalam Al-Quran telah disebutkan beberapa kali tentang adanya larangan untuk bermain judi, dan ini menjadi suatu tindakan yang mendatangkan dosa serta tidak disukai Allah. Salah satunya bisa ditemukan di surah Al-Bawarah:219. Dalam kutipan ini, Nabi Muhammad dipesankan bahwa minuman keras dan perjudian adalah dua hal yang yang membawa dosa. Walau ada manfaatnya sekalipun, dosa yang diakibatkan jauh lebih besar dari manfaat yang dibawa. Lalu, dalam Al-Maidah:99, Allah menyebutkan empat tindakan yang harus dijauhi oleh umat muslim, yaitu meminum minuman keras, bermain judi, menyembah berhala, dan juga mengundi nasib. Dari dua ayat ini saja, sudah cukup jelas bahwa ada larangan keras untuk melakukan berbagai tindakan perjudian. Ini bukan sekedar anjuran, tapi larangan. Bukan sekedar karena ini tidak menguntungkan bagi umat muslim, tapi perjudian akan mendatangkan dosa.

Selain itu, perjudian juga dibahas dalam ajaran agama Budha. Dalam hal ini, ada empat belas hal yang harus dihindari oleh umat Budha sebagaimana yang diajarkan oleh Sang Budha. Dari empat belas hal ini, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu empat cacat perilaku, empat dorongan untuk melakukan tindak kejahatan, dan juga enam saluran untuk menghabiskan harta kekayaan. Perjudian menjadi salah satu poin dalam ada dalam enam saluran yang bisa digunakan untuk menghabiskan harta yang dimiliki tersebut. Karena itulah, ini menjadi suatu tindakan yang memang benar-benar harus dihindari. Selain itu, Sang Budha juga menyebutkan tentang Jalan Utama Beruas Delapan yang menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan yang baik. Pada jalan kelima, disebutkan tentang mata pencaharian yang benar. Ini bisa dihubungkan dengan perjudian pula, yang mana orang bermain judi untuk mendapatkan uang. Namun, cara ini tidak bisa dianggap benar karena ini justru merugikan karena semuanya serba tidak tentu dalam perjudian. Selain itu, judi pun menjadi hal yang seharusnya dihindari sesuai dengan empat belas hal yang harus dihindari. Oleh karena itulah, kemudian tidak salah bila negara juga menetapkan bahwa perjudian menjadi suatu tindakan hiburan yang tidak dilegalkan sampai saat ini.

Berita Agama