Ga Nyangka, Pastur Ini Kecanduan Berjudi

Ga Nyangka, Pastur Ini Kecanduan Berjudi


Ga Nyangka, Pastur Ini Kecanduan Berjudi – Setiap agama di dunia memiliki aturannya sendiri ketika berhadapan dengan perjudian. Beberapa negara, termasuk Katolik, melarang perjudian karena dianggap sebagai sumber dari setiap kejahatan sehingga umat Katolik dilarang untuk bermain judi. Salah satu kejadian yang paling mengejutkan adalah ketika pemimpin agama Katolik kecanduan main judi padahal sudah dilarang di Alkitab. Berikut beritanya.

Kecanduan Berjudi Hingga Mencuri
Salah satu efek buruk bermain judi adalah rasa kecanduan karena pemainnya selalu penasaran dengan hasil dari permainan judi itu sendiri, dan hal ini juga dirasakan oleh Monsignor Kevin McAuliffe, seorang pastur dari Gereja Katolik St. Elizabeth Ann Seton.

Pada awalnya, pastur ini kedapatan mencuri uang dari gereja sekitar $650,000, termasuk uang dari toko oleh-oleh, lilin nazar, dan juga misi gereja. Namun yang mengejutkan adalah motif yang dimiliki oleh pastur tersebut sehingga berani mencuri uang dari gereja. Para jemaat dari gereja tersebut sangat terkejut ketika mengetahui ketika pasturnya menggunakan uang curian tersebut karena sudah kecanduan bermain judi.

Pastur tersebut dikatakan kecanduan bermain judi dari permainan Video Poker. Karena sudah kecanduan, maka pastur tersebut tidak pikir panjang sehingga memutuskan untuk mencuri uang dari gereja, seperti yang banyak dilakukan oleh banyak pemain judi karena sudah terbiasa.


Menjalani Hukuman di Pusat Rehabilitasi
Pastur tersebut tidak melakukan kesalahan fatal seperti membunuh, sehingga pengacaranya meminta McAuliffe untuk diberikan rehabilitasi agar terbebas dari kecanduannya tersebut. Selama menjalani program rehabilitasi ini, McAuliffe bertemu berteman dengan pemain judi lain yang bernama Robert Ragan. Keduanya menjadi teman baik karena sama-sama tertarik dengan permainan Video Poker.

Ragan mengatakan bahwa sangat pastur memberikan banyak pelajaran kepadanya dan juga teman-teman di dalam pusat rehabilitasi tersebut. Pastur tersebut juga mengenalkannya kembali pada Alkitab dan memperbaiki kesehatan spiritual yang sudah lama hilang dari hidupnya. Ragan juga menambahkan bahwa sang pastur adalah orang yang kesepian dan terkadang merasa emosional ketika menjalani rehabilitasi.

Dijatuhi Hukuman Penjara 60 Tahun
Para jemaat dari gereja tersebut sudah memaafkan sang pastur karena mereka paham bahwa semua orang bisa berdosa, termasuk pastur sekalipun. Mereka juga paham bahwa kecanduan main judi termasuk penyakit sehingga tidak mudah dihentikan. Namun sayangnya, pengadilan memutuskan hukuman yang akan didapatkannya adalah maksimum 60 tahun penjara dengan denda sebesar $750,000, namun hukuman tersebut masih dipertimbangkan lagi oleh pengadilan.

Pastur yang berasal dari gereja Katolik di Amerika Serikat tersebut merasa malu karena tidak bisa melawan nafsunya untuk bermain judi. Para jemaat gereja tersebut juga menyayangkan kasus yang menimpa pastur tersebut, namun tidak membuat mereka marah melainkan kasihan sehingga mereka berharap bahwa pastur tersebut bisa melawan rasa kecanduannya.

Berita Agama