Terdapat Ciri – Ciri Suami atau Istri yang Durhaka di Dalam Islam

Terdapat Ciri – Ciri Suami atau Istri yang Durhaka di Dalam Islam

Ciri- Ciri Suami Durhaka Kepada Istri

www.do-not-zzz.comTerdapat Ciri – Ciri Suami atau Istri yang Durhaka di Dalam Islam. Dalam Al- Qur’ an Surat An- Nisa’ ayat 34 dijelaskan, bahwasannya kaum lelaki( suami) ialah penguasa buat kaum perempuan( istrinya). Satu suami diwajibkan buat mampu mendidik, melindungi, sekaligus senantiasa menegakkan kebenaran dalam kehidupan rumah tangganya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassama sempat bersabda yang berarti“ Yang terbaik dari kalian ialah yang terbaik akhlaknya ataupun perlakuannya kepada istrinya.”( HR. Tirmidzi).

Bakal namun tidak tidak banyak kami dengar& saksikan adanya satu suami yang mendurhakai istrinya. Ketimbang melindungi, mereka malah membuat keputusan tindakan ataupun perbuatan yang dalam islam digolongkan ke dalam perbuatan dzalim kepada istri. Perbuatan- perbuatan tersebut di antaranya:

  • Menelantarkan buat mempersembahkan nafkah pada istri

Ciri- ciri suami durhaka kepada suami yang pertama ada dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Muslim, Ahmad,& Ath- Thabrani, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda yang berarti:

“ Seseorang lumayan dipandang berdosa jika dia menelantarkan belanja orang yang sebagai tanggung jawabnya.”

Hadist tersebut menggambarkan betul berdosanya satu suami yang melalaikan kewajibannya kepada istri& anaknya. Terdapat sekian sesuatu hal yang mampu mengakibatkan satu suami tega menelantarkan istrinya, layaknya:

  • Suami yang sedang menjalin relasi dengan perempuan yang lain( selingkuh)
  • Suami yang tak tahan bakal sifat istrinya yang suka menghambur- hamburkan duit yang diberikan suami
  • Suami yang menilai tak harus menafkahi istrinya, mengingat si istri mempunyai pendapatan sendiri.
  • Suami yang lebih mengutamakan kepentingan kerabatnya yang yang lain.

 

  • Melimpahkan tanggung jawab suami pada istri

Layaknya yang dijelaskan di atas bahwasannya suami ialah penguasa buat istri& anak- anaknya. Dia berkewajiban buat mempersembahkan nafkah lahir& batin buat keluarganya. Kemarin bagaimana bila suami melimpahkan tuntutan layaknya mendapatkan nafkah& mengatur segala hal rumah posisi pada si istri? Sesuatu hal ini jelas saja bertentangan dengan syariat islam,& keluarga tersebut digolongkan sebagai keluarga yang tak untungnya.

Seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang berarti“ Tak bakal untungnya sesuatu kaum yang dipimpin oleh satu perempuan.“( HR. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi,& Nasa’ i).

Baca Juga: Terdapat Ciri – Ciri Suami atau Istri yang Durhaka di Dalam Islam

Bila tanggung jawab sebagai pemimpin dibuat alih oleh istri, maka jelas saja kewibawaan suami bakal hilang,& sesuatu hal itu mampu menjerumuskan istri pada perbuatan durhaka pada suami.

  • Tak mempersembahkan tempat tinggal yang pantas pada istri

Bila satu suami mengambil keputusan buat menceraikan istrinya, maka dia berkewajiban buat mempersembahkan lokasi tinggal yang aman& pantas pada istri yang akan diceraikan sejauh sejarah iddah. Tuntutan yang lain yang tak bisa dilupakan suami ialah kalau dia terpaksa agar tetap mempersembahkan nafkah pada istri yang akan dia cerai seperti lazimnya.

Sesuatu hal ini seperti Firman Allah SWT dalam Al- Qur’ an Surat Ath- Thalaaq ayat 6 berikut:

أَسْكِنُوهُنَّمِنْحَيْثُسَكَنْتُمْمِنْوُجْدِكُمْوَلَاتُضَارُّوهُنَّلِتُضَيِّقُواعَلَيْهِنَّوَإِنْكُنَّأُولَاتِحَمْلٍفَأَنْفِقُواعَلَيْهِنَّحَتَّىيَضَعْنَحَمْلَهُنَّفَإِنْأَرْضَعْنَلَكُمْفَآتُوهُنَّأُجُورَهُنَّوَأْتَمِرُوابَيْنَكُمْبِمَعْرُوفٍوَإِنْتَعَاسَرْتُمْفَسَتُرْضِعُلَهُأُخْرَى

Artinya:

“ Tempatkan lah mereka( para isteri) di mana anda bertempat tinggal berdasar kemampuanmu& janganlah anda menyusahkan mereka buat menyempitkan( hati) mereka.& bila mereka( isteri- isteri yang telah ditalaq) itu sedang bunting, Maka berikanlah pada mereka nafkahnya sampai mereka bersalin, Lantas bila mereka menyusukan( anak- anak) mu untukmu Maka berikanlah pada mereka upahnya,& musyawarahkanlah di antara anda( segala suatu) dengan bagus;& bila anda menemui kesusahan Maka perempuan yang lain bisa menyusukan( anak itu) untuknya.”

  • Tak ingin melunasi mahar

Satu suami yang saat menikah mempersembahkan biaya, bakal namun biaya tersebut belum terlunasi& terlebih suami tak berkeinginan buat melunasinya, maka itu artinya suami sudah menipu istrinya& dia bakal mempertanggungjawabkannya di akhirat. Seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang berarti:

“ Siapa saja laki laki yang menikahi satu perempuan dengan biaya agak ataupun sekian, namun dalam hatinya bermaksud tak bakal menunaikan apa yang sebagai hak perempuan itu, artinya dia sudah mengacuhkannya. Jika dia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelak pada hari kiamat dia bakal bertanding dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’”( HR. Thabarani)

  • Mengambil kembali biaya yang sudah diberikan pada istri tanpa adanya keridhoan dari si istri

Islam memandang biaya sesuatu perkawinan dengan maksud buat menghargai kedudukan istri sekaligus buat pertanda

ataupun lambang kekuasaan satu perempuan atas laki- laki yang menikahinya. Satu laki- laki yang jika dia berkeinginan menceraikan istrinya kemarin mengajak ataupun mengambil kembali biaya yang sudah diberikannya pada si istri tanpa adanya keridhoan dari istri, maka itu ialah perbuatan yang tercela,& Allah SWT sangat tak meminati perbuatan tersebut.

  • Menyetubuhi istri yang sedang dalam kondisi haid ataupun melewati dubur

Dalam Al- Qur’ an Surat Al- Baqarah ayat 222 sudah dijelaskan soal dilarangnya satu suami yang menggauli istrinya saat istri sedang haid:

وَيَسْأَلُونَكَعَنِالْمَحِيضِقُلْهُوَأَذًىفَاعْتَزِلُواالنِّسَاءَفِيالْمَحِيضِوَلَاتَقْرَبُوهُنَّحَتَّىيَطْهُرْنَفَإِذَاتَطَهَّرْنَفَأْتُوهُنَّمِنْحَيْثُأَمَرَكُمُاللَّهُإِنَّاللَّهَيُحِبُّالتَّوَّابِينَوَيُحِبُّالْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya:

“ Mereka bertanya kepadamu soal haidh. Katakanlah:`Haidh itu ialah sesuatu kotoran`. Oleh karena itu hendaklah anda menjauhkan diri dari perempuan di saat haidh;& janganlah anda mendekati mereka, sebelum mereka suci. Jika mereka sudah suci, maka campurilah mereka itu di lokasi yang diperintahkan Allah kepadamu. Sebenarnya Allah menyukai orang- orang yang taubat& menyukai orang- orang yang mensucikan diri.”

Sementara larangan menyetubuhi istri melalui dubur ialah menurut sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang berarti:

“ Istri kalian ialah lading buat kalian, maka datangilah lading kalian dimana& kapan saja kalian kehendaki.’( berikutnya Beliau bersabda:’ Datangilah dari depan ataupun belakang, namun jauhilah dubur& saat haidh.”( HR. Tarmidzi)

  • Menuduh istri berzina tanpa adanya bukti yang kuat

Sesuatu hal ini seperti Firman Allah SWT berikut:

وَالَّذِينَيَرْمُونَأَزْوَاجَهُمْوَلَمْيَكُنْلَهُمْشُهَدَاءُإِلَّاأَنْفُسُهُمْفَشَهَادَةُأَحَدِهِمْأَرْبَعُشَهَادَاتٍبِاللَّهِۙإِنَّهُلَمِنَالصَّادِقِينَ

وَالْخَامِسَةُأَنَّلَعْنَتَاللَّهِعَلَيْهِإِنْكَانَمِنَالْكَاذِبِينَ

Artinya:

“Dan orang- orang yang menuduh isterinya( berzina), perlu diketahui mereka tak terdapat memiliki saksi- saksi disamping diri mereka sendiri, maka persaksian pemain itu ialah keempat kali bersumpah dengan nama Allah, sebenarnya dirinya ialah salah satunya adalah orang- orang yang betul.&( sumpah) yang ke- 5: kalau la`nat Allah atasnya, bila dirinya salah satunya adalah orang- orang yang berdusta.”( QS. An- Nuur ayat 6- 7)

  • Menganiaya sekaligus merendahkan martabat istri

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tidak memperbolehkan para suami buat menyakiti sekaligus menjelek- jelekkan, ataupun terlebih membanding- bandingkan istri dengan perempuan lai dengan mengusung kata- kata& ucapan yang dimaksudkan buat merendahkan martabat si istri bagus di hadapannya sendiri ataupun di hadapan pemain yang lain.

Seperti sabda Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam dalam suatu hadist yang berarti:

“ Dari mu’ awiyah Al- Qusrayiri, dia mengaku:” aku sempat datang pada Rasulullah saw.’ Dia berkata lagi:’ aku lalu bertanya:’ Ya Rasulullah, apa saja yang engkau perintahkan( buat kita perbuat) kepada istri- istri kita?’ Beliau bersabda:’…janganlah kalian mengalahkan& janganlah kalian menjelek- jelekan mereka.’”( HR. Abu Dawud)

  • Memeras & meminta istri buat berbuat dosa

Ini salah satu sesuatu hal yang tak dibenarkan dalam islam. Satu suami wajib senantiasa berupaya sebagai penguasa yang bagus buat istri& anak- anaknya, layaknya mengajari& meminta mereka buat shalat, mengaji, ataupun menjalani hal- hal yang bisa mempersembahkan motivasi buat istri& anak buat beramal ibadah.

Satu suami yang memeras istri& memaksanya buat berbuat kegagalan, maka diakhiirat kelak dia bakal dimintai pertanggungjawaban dari Allah SWT atas apa yang sempat dia lakukan tersebut.

  • Senantiasa mencurigai& berupaya mencari- cari kesalahan istri

Senantiasa curiga kepada apa- apa yang diperbuat oleh istri ialah sifat jarang bagus yang terpaksa dihindari oleh para suami. Saat satu suami curiga pada istrinya, maka dia bakal senantiasa berupaya mencari- cari blunder istrinya tersebut. Sesuatu hal itu pada akhirnya mampu mengakibatkan percekcokan di antara mereka berdua.

  • Membeberkan rahasia relasi dengan si istri

Bahwa bisa aku berkata, laki- laki layaknya ini ialah versi laki- laki bermuka tembok, ataupun laki- laki mulut ember. Mengapa? Relasi suami istri ialah sesuatu hal yang rahasia, tak terdapat seorangpun disamping mereka berdua yang bisa mengetahuinya. Bila terdapat satu suami yang membeberkan bagaimana relasi dengan istrinya maka sesuatu hal itu serupa saja suami tersebut melecehkan sekaligus merendahkan si istri.

  • Menceraikan istri tanpa adanya alasan yang dibenarkan syar’ i

Satu suami yang telah jemu dengan istri mengingat banyak alasan layaknya mempunyai perempuan idaman yang lain, mampu saja senantiasa berupaya mencari- cari langkah supaya dia segera bisa bercerai dari istrinya. Misal saja saja dengan menuduh istri tanpa adanya bukti yang tentu.

 

Ciri- Ciri Istri Durhaka Kepada Suami

Jelas tiap orang mengharapkan bisa membina suatu keluarga yang sakinah, mawaddah,& warahmah, di mana ada keharmonisan sekaligus kebahagian dalam relasi yang terjalin di dalam rumah posisi tersebut, alhasil besar kesempatan keluarga yang mereka bina bakal langgeng. Salah satu kunci pendorong proses keluarga yang harmonis ialah adanya satu istri yang senantiasa menjalankan kewajibannya sebagai satu istri, salah satunya ialah taat pada perintah suaminya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sempat bersabda:

لَوْكُنْتُآمِرًاأَحَدًاأَنْيَسْجُدَلأَحَدٍلأَمَرْتُالْمَرْأَةَأَنْتَسْجُدَلِزَوْجِهَا

Artinya“ Andai bisa kuperintahkan seseorang buat bersujud pada yang lainnya jelas kuperintahkan satu istri buat bersujud pada suaminya.”( HR. Tirmidzi)

Bakal namun, sekian dari para istri yang jarang mengerti soal makna pentingnya sesuatu hal itu, terlebih bagus diketahui maupun tak mereka malah menjalani hal- hal yang mendurhakai suaminya. Hal- hal tersebut di antaranya:

  • Tak taat pada suami

Ciri ciri istri durhaka pada suami yang pertama ialah istri tak taat pada perintah suami. Satu istri yang bagus& shalihah ialah istri yang senantiasa taat pada suami dalam kondisi& keadaan apapun. Dengan taat pada suami, sesuatu hal itu bakal bisa memupuk pikir cinta& kasih sayang sekaligus loyalitas suami pada istrinya. Bakal namun sebaliknya, bila istri tak taat pada suami, maka besar kesempatan pikir kasih sayang, pikir cinta, sekaligus loyalitas suami akan hilang.

Baca Juga: Aliran Filsafat Wedanta Dari Ajaran Agama Hindu

Islam mengatakan perbuatan satu istri yang tak taat pada suaminya sebagai nusyus yang berarti sikap membangkang. Berarti, istri yang menjalani nusyus ialah istri yang kontra& melanggar perintah suami( tak taat pada suami), sekaligus tak ridho atas kedudukan yang sudah diberikan Allah SWT kepadanya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

قِيلَلِرَسُولِاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَيُّالنِّسَاءِخَيْرٌقَالَالَّتِيتَسُرُّهُإِذَانَظَرَوَتُطِيعُهُإِذَاأَمَرَوَلَاتُخَالِفُهُفِينَفْسِهَاوَمَالِهَابِمَايَكْرَهُ

Artinya:

“ Sempat di tanyakan pada Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam,“ Siapakah perempuan yang sering bagus?” Jawab beliau,“ Yakni yang sering menenangkan bila ditinjau suaminya, mentaati suami bila diperintah,& tak menyelisihi suami pada diri& hartanya alhasil mencatatkan suami benci.”( HR. An- Nasai& Ahmad)

Dalam hadist yang yang lain, Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِذَاصَلَّتِالْمَرْأَةُخَمْسَهَاوَصَامَتْشَهْرَهَاوَحَفِظَتْفَرْجَهَاوَأَطَاعَتْزَوْجَهَاقِيلَلَهَاادْخُلِىالْجَنَّةَمِنْأَىِّأَبْوَابِالْجَنَّةِشِئْتِ

Artinya:

“ Bila satu perempuan senantiasa mempertahankan shalat 5 waktu, juga berpuasa satu bulan( di bulan Ramadhan), sekaligus betul- betul mempertahankan kemaluannya( dari perbuatan zina)& memang taat pada suaminya, maka dibilang pada perempuan yang mempunyai sifat mulia ini,“ Masuklah dalam surga melewati pintu mana saja yang engkau like.”( HR. Ahmad& Ibnu Hibban)

Dari kedua hadist di atas kami mampu mengetahui kalau satu istri yang taat pada suami ialah salah satu ciri perempuan yang bagus,& buat perempuan layaknya itu, maka Allah SWT menjanjikan surga buat mereka. Bakal namun kenyataannya sekian para perempuan yang tak paham bakal makna krusialnya mentaati perintah suami. Sekian alasan yang menyebabkannya layaknya status sosial sekaligus latar pertahanan pendidikan yang dipunyai istri lebih mahal dari suami,& yang lain sebagainya.

Sekian satu kali perbuatan- perbuatan yang menjurus pada ketidaktaatan satu istri pada suami, layaknya:

  • Keluar rumah tanpa seizin dari suami
  • Berkata- kata yang menyakiti hati suami
  • Membuka rahasia suami pada orang lain
  • Membelanjakan duit suami secara berlebihan tak pada tempatnya
  • Mengkhianati suami, misal saja berselingkuh dengan laki- laki lain
  • Lalai ataupun tak ingin melayani suami, bagus secara terang- terangan ataupun secara samar.

 

  • Meminta adanya kesempurnaan dalam rumah tangga

Segala suatu yang terdapat di dunia ini tak sempurna, salah satunya adalah suatu rumah posisi. Mengingat kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata. Saat satu perempuan menyaksikan film ataupun dengan mencermati novel yang mengisahkan soal kehidupan rumah posisi yang dianggapnya sempurna, maka dia juga berangan berkeinginan mempunyai sesuatu hal yang serupa.

Dan saat sudah menikah, kesempatan besar dia bakal kaget& mampu menjadi tak mampu menyambut dengan kehidupan berkeluarga yang dijalaninya, di mana kehidupan tersebut tak serupa dengan apa yang dia inginkan dulunya. Kemarin dia juga meminta suami supaya menerima kesempurnaan yang ditargetkan tanpa sadar kalau seluruh sesuatu hal itu tak serupa, masing- masing mempunyai kelebihan& kekurangan sendiri- sendiri, salah satunya adalah dalam suatu keluarga.

  • Mengingkari segala tampilan kebaikan yang dijalani suami kepadanya

Islam sangat memuliakan satu perempuan, terlebih dalam islam satu ibu mempunyai 3 kali tekuk hak buat lebih dihormati ketimbang satu ayah& surga ada di bawah telapak kaki satu ibu. Bakal namun Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam perban menyatakan kalau kebanyakan penghuni neraka ialah para wanit. Kenapa mampu layaknya itu?

Salah sat gara- gara satu perempuan sebagai penghuni neraka ialah mengingat kekufurannya atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dalam sesuatu hal ini ialah mengingat mereka mengingkari seluruh kebaikan yang sudah dijalani oleh suami pada mereka.

Misal saja saja, satu suami senantiasa berupaya menjalani kebaikan kepada istrinya, bakal namun istri menyaksikan suatu yang tak disenangi dari suami, maka dia juga menyatakan kalau tak terdapat sedikitpun kebaikan yang mampu ditinjau dari si suami.

  • Tak suka pada keluarga suami

Relasi pernikahan tak cuma dimaksudkan buat menyatukan kedua insan yakni lelaki& perempuan ke dalam relasi yang resmi, bakal namun sesuatu pernikahan juga dimaksudkan buat menyatukan kedua keluarga. Kecintaan, kasih sayang,& penghormatan satu suami bakal kian meningkat jika isterinya bisa menempatkan dia dengan bagus dalam keluarga si suami.

Bakal namun kadang kala satu istri meminta supaya minat& kasih sayang suami cuma ditujukan padanya saja, tanpa sadar kalau suami juga mempunyai tuntutan buat berbakti pada pemain tuanya. Sesuatu hal inilah yang kerap mengakibatkan kecemburuan istri pada keluarga suami& berupaya buat menjauhkan suami dari keluarganya.

  • Hilangnya pikir Qona’ ah & ridho istri kepada apa yang diberikan suami

Kadang kala, walaupun suami sudah berupaya semaksimal barangkali buat mampu menerima hasrat si istri, bakal namun saat hasrat tersebut tak terlaksana, malah apa yang dia lakukan tadi dinilai sia- sia oleh istrinya. Mengapa? Mengingat istri menilai kalau usaha yang dijalani suami jarang, terlebih cuma dinilai main- main. Dia tak bisa mengerti kalau tiap pemain, salah satunya adalah suaminya mempunyai pembatasan kapasitas buat menjalani suatu.

  • Mengungkit- ungkit kebaikan yang dilakukan

Tidak bisa terbantahkan kalau tiap pemain, salah satunya adalah satu istri sempat menjalani kebaikan, walaupun cuma sebiji kurma. Bakal namun bakal sebagai suatu tampilan kedurhakaan jika satu istri mengungkit- ungkit kebaikan yang sudah dia lakukan kepada suami ataupun keluarganya, terlebih menilai kalau kebaikan yang dijalani suami terhadapnya tak lebih besar dari kebaikan yang dia lakukan. Sesuatu hal ini jelas bakal menyakiti perasaan si suami.

  • Cemburu yang berlebihan

Ciri ciri istri durhaka kepada suami berikutnya berada pada pikir kecemburuan, sesuatu hal ini sekian tidak diketahui oleh para istri. Salah satu sifat mengalami manusia, khususnya kaum hawa ialah cemburu. Cemburu bisa saja, asal mempunyai dasar& masih ada dalam batasan kewajaran. Pikir cemburu satu istri kepada suaminya berdasar syariat islam ialah jika suami menjalani kemaksiatan layaknya berzina, mendzalimi istri, meredakan hak- hak istri,& yang lain sebagainya.

Pikir cemburu satu istri bakal sebagai sesuatu tampilan kedurhakaan kepada suami jika cemburu tersebut tak mempunyai dasar berbentuk fakta ataupun bukti& cemburu yang begitu berlebihan( cemburu buta).

  • Jarang ataupun tak mampu menjaga perasaan suami

Satu istri yang bagus terpaksa senantiasa berupaya menggembirakan suaminya, layaknya menampilkan wajah yang ramah, tak mermuka masam, sekaligus sejuk saat suami memandangnya. Disamping itu, istri juga terpaksa senantiasa mempertahankan perbuatan& ucapannya supaya tak menyakiti hati suami, misal saja tak mencaci, like mengkritik, berkata- kata ekstra, ataupun kerap memojokkan suami. Sesuatu hal ini bakal mencatatkan perasaan suami terluka.

  • Begitu sibuk dengan praktik di luar rumah

Tak terdapat salahnya bila sorang istri mempunyai praktik di luar rumah, bakal namun tiap kali menjalani aktifitas tersebut, istri terpaksa memperoleh ijin dari suami& tak bisa mengabaikan tugas sekaligus tanggung jawabnya di rumah.

  • Jarang ataupun tak mampu mempertahankan penampilan

Satu istri terpaksa mampu mempertahankan penampilannya di depan suami, tak cuma saat dia sedang bepergian ke luar rumah. Bila satu istri kelihatan kotor, lusuh,& bau saat ada di hadapan suami, maka tak aneh bila lama kelamaan suami bakal sebagai tak betah di rumah. Bakal namun juga termasuk sesuatu hal yang tak bagus jika satu istri begitu sibuk berdandan alhasil lupa bakal kewajibannya sebagai istri.

Berita Agama