Tradisi Khas Kala Ramadhan Tiba di Sejumlah Negara, Termasuk Tradisi Bermain Judi Online

Tradisi Khas Kala Ramadhan Tiba di Sejumlah Negara, Termasuk Tradisi Bermain Judi Online

Dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan, setiap negara memiliki caranya tersendiri dalam merayakannya. Dengan berbagai macam perayaan, tujuan utama dari setiap negara mengadakan hal tersebut adalah untuk meningkatkan khusyuknya berpuasa dan beribadah di saat tersebut. Sama halnya seperti tradisi bermain judi online yang berbeda, setiap negara punya cara yang berbeda untuk sambut ramadhan.

  • Membuat Lentera Tradisional di Mesir Sambil Asyik Bermain Judi Online

Negara pertama yang memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut bulan ramadhan yaitu Mesir. Telah memiliki tradisi ini sejak zaman dahulu, umat Islam di Mesir memiliki tradisi untuk membuat lentera khas negara tersebut, yang lebih dikenal dengan nama “Fanous” setiap kali bulan Ramadhan tiba. Lentera tersebut kemudian diisi dengan lampu dan dinyalakan di depan rumah untuk menjadikan momen Ramadhan menjadi lebih bercahaya dengan kehadiran lentera Fanous yang telah ada sejak abad ke-10.

Kisah ini bermula ketika lentera tersebut sengaja dipasang untuk menyambut raja beserta pasukannya yang tengah berkunjung dan bertepatan dengan hadirnya bulan Ramadhan, sehingga hal tersebut kini sudah menjadi kebiasan bagi umat Islam di seluruh Mesir. Meski dijual banyak, membuat lentera sendiri masih jadi pilihan agar mengisi suasana lebaran menjadi lebih tenang. Kala bosan atau jenuh, berjudi bersama teman teman bisa membantu menghilangkan rasa tersebut, sehingga bisa fokus lagi dalam membuat fanous.

  • Menyantap Berbagai Macam Hidangan Khas Bangladesh Sembari Asyik Bermain Judi Online

Negara kedua yang memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut bulan ramadhan yaitu Bangladesh. Sama halnya dengan kebiasaan hampir semua umat Islam di berbagai macam negara, Bangladesh memiliki kebiasaan berupa mengunjungi rumah keluarga dan saudara saudara terdekat kala bulan Ramadhan tiba. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyantap makanan khas bersama, khususnya jilapi, yang merupakan makanan khas Bangladesh berupa manisan semacam kurma.

Selain itu, warga Islam Bangladesh juga mengadakan acara pameran yang diisi dengan penjualan berbagai macam makanan khas Bangladesh untuk memeriahkan suasana Ramadhan. Kehangatan di dalam bulan Ramadhan tentu akan jadi lebih hangat dengan menyantap makanan khas tersebut. Selain itu, sambil mengisi waktu waktu luang yang ada, berjudi bisa jadi salah satu kegiatan menarik yang sanga tepat untuk dilakukan bersama rekan atau keluarga saat menanti waktu berbuka puasa tiba.

Baca juga : Metode Menyambut Bulan Ramadhan yang Wajib diketahui

  • Berbuka Puasa di Teras Masjid Sambil Bermain Judi Online di India

Negara ketiga yang memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut bulan ramadhan yaitu India. Negara yang dikenal dengan kuliner yang kaya akan rempah rempah ini memiliki kebiasaan unik dalam menyambut bulan puasa. Warga muslim di India akan berkumpul di salah satu masjid terbesar di daerah setempat dan mengadakan buka puasa bersama di teras masjid, sekalian mengadakan piknik bersama dengan keluarga dan orang orang terdekat. Sembari berbuka, ada pedagang kaki lima yang siap menjajakan dagangannya kepada warga sekitar.

Bermodal kain tebal sebagai alas untuk duduk, warga Islam di India akan menyantap menu berbuka yang telah disiapkan sebelumnya di rumah. Makanan akan dijadikan satu di tengah, sementara satu keluarga akan berkumpul mengelilingi makanan tersebut sembari makan, bercanda gurau, dan menikmati momen bersama dengan lebih nikmat. Setelah makanan habis, sembari menunggu makanan dicerna, beberapa warga memilih berjudi bersama teman teman sebaya agar momen puasa ini jadi lebih asyik dan seru.

Mesaharaty, Pengingat Warga Arab Saudi Bahwa Tiba

  •  Mesaharaty, Pengingat Warga Arab Saudi Bahwa Tiba Waktu Sahur dan Bisa Juga Bermain Judi Online

Negara keempat yang memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut bulan ramadhan yaitu Arab Saudi. Negara tempat dimana Masjidil Haram berada ini juga memiliki kekhasan tersendiri yang terjadi saat bulan Ramadhan tiba. Adalah seseorang yang disebut dengan Mesaharaty, atau yang disebut dengan penyeru malam. Ia memiliki tugas penting yaitu berjalan berkeliling dari desa ke desa sembari membawa dan memukul sebuah drum. Sambil berseru, Mesaharaty mengingatkan pemukiman warga yang dilaluinya bahwa waktu bangun sahur telah tiba.

Tidak hanya di Arab Saudi, beberapa negara juga menjalankan kebiasaan serupa yaitu Mesir dan Yaman. Dengan adanya Mesaharaty, diharapkan semua warga dapat bangun tepat waktu sehingga waktu sahur pun bisa digunakan dengan baik untuk menyantap hidangan sahur. Apabila rasa mengantuk masih hinggap, berjudi bisa jadi salah satu alternatif untuk menghalau rasa ngantuk tersebut, sehingga hari hari bisa disambut dengan lebih siap dan bertenaga untuk berpuasa dan menunaikan ibadah.

  • Permainan Bersama, Mheibes, Jadi Khas Unik Negara Irak, Sembari Bermain Judi Online

Negara kelima yang memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut bulan ramadhan yaitu Irak. Irak memiliki berbagai macam tradisi dalam menyambut bulan Ramadhan. Dari sekian banyak tradisi, salah satu yang terkenal adalah Mheibes. Ini adalah sebuah tradisi berupa pemrainan yang beranggotakan para pria yang dibagi menjadi dua kelompok. Masing masing kelompok memiliki anggota antara 40 hingga 250 orang. Tugas dari setiap tim adalah menyimpan cincin secara diam diam agar tidak ketahuan musuh.

Tugas tim lawan adalah menebak pada pemain manakah cincin tersebut berada. Sementara tim lawan menebak, anggota tim akan duduk sambil memangku tangaan mereka. Meski terbilang sederhana, nyatanya permainan ini telah diteruskan dari waktu ke waktu, dan masih terus berjalan hingga saat ini. Bagi para wanita yang tidak ikut, berjudi bisa jadi kegiatan yang tidak kalah menyenangkan sembari menikmati asyiknya permainan Mheibes yang dilakukan oleh para pria bersama dengan teman temannya.

Baca juga : Sejarah Dari Berkembangnya Agama Katolik di Indonesia

Menyantap Bubur Lambuk Jadi Tradisi Ramadhan Malaysia

  • Setelah Berjudi, Menyantap Bubur Lambuk Jadi Tradisi Ramadhan Malaysia

Negara keenam yang memiliki keunikan tersendiri dalam menyambut bulan ramadhan yaitu Malaysia. Negara yang terkenal dengan berbagai macam kuliner lezat ini memilki menu andalan yang dibuat ketika bulan Ramadhan tiba. Bubur Lambuk adalah makanan khas Malaysia yang berbahan campuran udang kering dan cincangan daging sapi. Keduanya akan dibumbui berbagai macam bahan antara lain jintan putih, bunga lawang, kulit kayu manis, dan bunga cengkeh, untuk mengeluarkan aroma khas bubur tersebut.

Bersama sama, warga Islam di Malaysia akan membuatnya untuk disantap bersama sama pula. Biasanya, bubur Lambuk akan dibuat di salah satu masjid yang kemudian kaan dibagikan kepada orang orang umum dan warga sekitar. Ketika tangan sudah lelah membuat bubur, beberapa warga memilih berjudi untuk mengistirahatkan tangan yang telah bekerja sepanjang hari mengaduk bubur Lambuk guna menyiapkan menu berbuka bagi seluruh warga Islam di Malaysia yang menunaikan ibadah puasa.

Ada begitu banyak tradisi khas warga Islam yang tersebar di berbagai macam negara dalam menyambut bulan Ramadhan. Mesir, Bangladesh, India, Arab Saudi, Irak, dan Malaysia, masing masing memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut bulan Ramadhan. Dari sekian banyak tradisi, tentu tidak lupa untuk bermain judi online sembari mengisi waktu menyambut berbuka.

Artikel Judi Online Berita Agama